Minggu, 13 Desember 2015

E - COMMERCE DALAM SISTEM INFORMATIKA AKUNTANSI (SIA)



E - COMMERCE

1.    PENDAHULUAN
Dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, telah menciptakan jenis – jenis dan peluang – peluang bisnis yang baru dimana transaksi – transaksi bisnis makin banyak dilakukan secara elektronik.
            Perkembangan internet memang cepat dan memberikan pengaruh signifikan dalam segala aspek kehidupan kita. Internet membantu kita sehingga dapat berinteraksi, berkomunikasi, bahkan melakukan perdagangan dengan orang dari segala penjuru dunia dengan murah, cepat dan mudah.
            Beberapa tahun terakhir ini dengan begitu merebaknya media internet menyebabkan banyak perusahaan yang mulai mencoba menawarkan berbagai macam produk dengan menggunakan media internet. Dan salah satu manfaat dari keberadaan internet adalah sebagai media promosi untuk produk.
            Suatu produk yang dionlinekan melalui internet dapat membawa keuntungan besar bagi pengusaha karena produknya dikenal diseluruh dunia. Istilah “perdagangan elektronik” telah berubah sejalan dengan waktu. Awalnya, perdagangan elektronik berarti pemanfaatan transaksi komersial, seperti penggunaan EDI(Electronoic Data Interhange/EDI) untuk mengirim dokumen komersial seperti pesana pembelian atau invoice secara elektronik.
            Kemudian dia berkembangang menjadi suatu aktivitas yang mempunyai istilah yang lebih tepat “ perdagangan web” Pembelian barang dan jasa melalui Word Wide Web melalui server aman (HTTPS), Protoko. Server khusus yang menggunakan unskripsi untuk merahasiakan data penting pelanggan.
Proses jual beli cenderung membolehkan suatu tempat, dimana pembeli dan penjual harus bertemu. Namun proses tersebut sudah dapat diminimalisasikan hanya dengan sarana internet yang menghubungkan antara pembeli dan enjual yang berbeda tempat. Proses ini sering disebut “business to customer”.
Usaha yang menggunakan internet merupakan suatu usaha yang sangat unik, karena  hanya dengan satu media, company dapat melakukan usaha/bisnis baik dengan sesama company (business to business/B2B) atau langsung berbisnis dengan konsumennya (business to customer/B2C).
Mereka dapat melakukan promosi produk, melakukan tanya jawab antara produsen dan konsumen yang dilakukan secara aktif.Usaha dalam hal ini lebih disorot pada bagian pembelian dan penjualan produk secara online. Melalui internet sebagai media elektronik koneksi para konsumen juga dapat mengetahui service– service lain yang dapat diperoleh dari sebuah company. Dan tentunya adanya teknologi yang semakin meningkat membuat para konsumen merasa setiap saat berada dalam situasi “pasar” yang dapat memenuhi segala keperluan hanya dengan sebuah perangkat komputer den service internet yang mendukung
Usaha yang disorot dalam hal ini adalah “pembelian dan penjualan produk secara online”
            Melalui internet sebagai media elektronik koneksi, para konsumen juga dapat megetahui service – service lain yang dapat diperoleh dari sebuah company. Dan tentunya dengan adanya teknologi yang semakin canggih / meningkat membuat konsumen merasa setiap saat berada dalam situasi “ pasar” yang dapat memenuhi segala keperluan  hanya dengan sebuah perangkat computer dan service internet yang mendukung.
            Banyak Company yang berkembang melalui pengaplikasian e – commerce ini karena dirasa sangat menguntungkan dan lebih efektif baik dari segala segi waktu maupun tenaga. Dan ditinjau dari segi pendapat company, metode ini dapat meningkatkan hingga lebih dari 2 kali lipat dari jumlah semula maka diharapkan  Indonesia dapat menggunakan aplikasi service internet sebagai salah satu jawaban terhadap metode penjualan yang mudah.




2.    PENGERTIAN E – COMMERCE
E – commerce diperkenalkan pertama kali pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner ( Bendera) elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman web ( website).
Perdagangan elektronik ( E – commerce ) adalah sekumpulan teknologi beserta aplikasinya ( pengunaan jaringan komunikasi dan computer), dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen,  dan masyarakat melalui transaksi – transaksi elektronik, dan pertukaran melalui elektronik dalam bentuk barang, jasa dan informasi.
Disisi lain E – Commerce juga didefinisikan sebagai penyebaran, pembelian, penjualan , pemasaran barang dan jasa melalui system eektronik seperti internet atau televise, www, atau jaringan computer lainnya.
Industri teknologi informasi melihat kegiatan e – dagang ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e- bisnis ( e- business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti :
ü  transfer dana secara elektronik ,
ü  SCM ( supply Chain Management),
ü  e – pemasaran (e – marketing ),
ü  atau pemasaran online (Online Marketing),
ü  pemprosesan transaksi online ( Online transaction processing),
ü  pertukaran data elektronik ( Electronic data interchange/EDI)
ü  ,dll.

E – commerce merupakan bagian dari E – business, dimana cakupan E – business lebih luas tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan, dll. Selain jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologi basis data atau pangkalan data ( database), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.

Jadi kesimpulan perdagangan elektronik atau yang dapat disebut e – commerce merupakan suatu cara pembayaran, penjualan, pemasaran barang, dan jasa melalui sistem elektronik atau dengan kata lain terhubung dengan jaringan internet atau televisi yang memungkinkan seluruh dunia melihat apa yang ditampilkan.
Dalam banyak kasus sebuah perusahaan E – commerce bisa bertahan tidak hanya mengandalkan kekuatan produk saja, tetapi dengan adanya tim manajement yang handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang bagus, struktur administrasi bisnis yang baik, jaringan insfrastruktur dan keamanan, design situs web yang bagus, beberapa faktor yang termasuk :
1.      Menyediakan harga kompetitif.
2.      Menyediakan jasa pembelian yang cepat, tanggap dan ramah.
3.      Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas.
4.      Menyediakan banyak bonus seperti kupon, penawaran istimewa dan diskon.
5.      Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian.
6.      Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi, masukan dari pelanggan, dll.
7.      Mempermudah kegiatan perdagangan.

3.    MANFAAT, KERUGIAN DAN RESIKO
Manfaat apa yang dapat diambil bila kita berbisnis dengan menggunakan e – commerce ?
Ø  Revenue stream ( aliran pendapatan) baru yang mungkin lebih menjanjikan, yang tidak dapat ditemukan pada sistem transaksi tradisional.
Ø  Dapat meningkatkan market exposure ( pabgsa pasar ).
Ø  Menurunkan biaya operasional ( operating cost ).
Ø  Melebarkan jangkauan ( global reach ).
Ø  Meningkatkan customer loyality ( kesetiaan pelanggan ).
Ø  Meningkatkan suplier management.
Ø  Memperpendek waktu produksi.
Ø  Meningkatkan value chai ( mata rantai pendapatan ).

Kerugian E – commerce
            Pihak konsumen
Ø  Rasa kurang puas terhadap fisik barang.
Ø  Kurang percaya dengan barang yang di pesan.
Ø  Kultur bahwa belaanja sambil rekreasi.

Pihak Produsen
Ø  Kerusakan sistem secara tiba – tiba.
Ø  Kerusakan penyelenggaraan dari ISP.

Adakah resiko yang mungkin terjadi bila berbisnis E-Commerce ?
Resiko E-Comerce dapat terjadi karena penyalahgunaan dan kegagalan sistem yang terjadi, terdiri atas :
•     Kehilangan segi finansial secara langsung karena kecurangan, misal seseorang telah menghancurkan/ mengganti semua data finansial yang ada.
•     Pencurian informasi rahasia yang berharga, misal pencurian terhadap kepemilikan teknologi, informasi pemasaran atau informasi yang berhubungan dengan kepentingana konsumen
•     Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan peservice, misal gangguan yang bersifat nonteknis, seperti aliran listrik mati.
•     Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak, misal seorang hacker berhasil membobol sistem perbankan dengan berhasil memindahkan sejumlah rekening orang lain ke dalam rekening peribadinya.
•     Kehilangan kepercayaan dari para konsumen, misal seringnya terjadi gangguan pada jaringan yang menyebabkan akses gagal.
•     Kerugian-kerugian yang tak terduga, misal gangguan terhadap transaksi bisnis, akibat kesalahan faktor manusia atau kesalahan perangkat.

Kendala – kendala E- commerce
Ø  Biaya tinggi
Ø   Masalah keamanan
Ø  Masalah piranti lunak (software) yang belum optimal

4.    BAGAIMANA PASAR E – COMMERCE ?

ü   TAHUN 1997
1.      8 milliar US$ jmlah taransaksi di web
2.      Terdapat 55,000 situs web komersial

ü  PERKIRAAN TAHUN 2002
1.      Akan terjadi 327 juta transaksi di web ( terus bertambah 3.987%)
2.      Lebih dari 100,000 situs web komersial

ü  ISSUE DI UNITED STATES
1.      E – commerce menjadi kekuatan pembangunan di Amerika Serikat.
2.      Pasar online untuk pembayaran, eceran, dan perjalanan diharapkan tumbuh
menjadi US$ 265 juta pada 2002 dari US$ 37 juta pada tahun 1998

ü  ISSUE DI ASIA
1.      Asia merupakan salah satu pasar internet terbesar di dunia.
2.      Kepedlian yang tinggi dan ketertarikan untuk terhubung secara on – line European (1998).
3.      Pendapatan E –ce : 2.994 juta US$.
4.      Jumlah situs web e – commerce : (18.983)
Source : Goldam Sach Investmnt Research


ü  PASAR ASIA
1.      Pengguna internet 15 juta ( diluar jepang)
2.      Pertumbhan populasi / penetrasiinternet : 0,9%
3.      Pertumhan rata – rata dari pengguna internet ( 1997-2003) :
-          Rumah                   : 61%
-          SME                      : 46%
-          Perusaan besar       : 30%
-          Pemerintah            : 46%
-          Pendidikan             : 42%
-          Jumlahari ISP        : 509 ( diluar Jepang)
  
ü  SOURCE : Goldam Sachs Investment Resarch

5.  MODEL E – COMMERCE
Model – model pendapatan yang bias diperoleh pada bisnis E – commerce :
·         Model eceran : penjualan secara langsug barang atau jasa
·         Model Berlaggan : pembayaran langsung akan informasi yang diperoleh
·         Model beriklan : memasang banner atau iklan pada situs terkenal
·         Model Cybermall : kumpulan badan bisnis yang menawarkan berbagai barang dan jasa
·         Model Interediasi / perantara : broker berbagai macam barang dan jasa
Ada 4 model pokok  yang berkembang dalam revolusi internet yang juga dinamakan the New Economy, yaitu :
-          BUSINESS – TO - CONSUMER (B2C)
-          BUSINESS – TO – BUSINESS (B2B)
-          CONSUMER – TO – CONSUMER (C2C)
-          CONSUMER – TO – BUSINESS (C2B)
Add caption
 

                                                 
*Model Bisnis B2C
 
2. Model Bisnis B2C
Yaitu penjualan produk atau jasa antara company dengan konsumen.

Karakteristik B2C
•     Penjualan secara eceran dari company/ badan bisnis langsung ke konsumen akhir
•     Produk eceran yang sangat beraneka ragam
•     Pembayaran secara on-line menggunakan kartu kredit
•     Berbelanja dengan sangat mudah
•     Usaha berpromosi dengan menggunakan penjualan silang antara produsen dengan konsumen atau dengan adanya potongan harga

Keuntungan B2C
Keuntungan bagi badan bisnis :
•     Akses ke pasar global secara langsung
•     Penghematan waktu dan tempat
•     Pengurangan biaya yang sangat berarti
•     Kesediaan penuh : 24 jam perhari dan 7 hari perminggu

Keuntungan bagi konsumen :
•     Berbelanja secara on-line tidak sesulit dari apa yang biasa didapat di pasar tradisional
•     Mudah dalam penggunaannya, tidak memerlukan kepandaian khusus
•     Banyak pilihan yang didapat dengan mudah ditambah dengan kerahasiaan yang dijamin
•     Product-on-demand ( apa yang anda perlukan akan anda dapatkan )

Tantangan B2C
•     Transformasi Budaya dari tradisional ke on-line
•     Memerlukan kepercayaan yang sangat tinggi
•     Keterbatasan pembayaran (transaksi maksimum, keamanan dll)
•     Sistem pengiriman

Contoh Website B2B (Buiness to Costumer) :
·         http://www.viraindo.com/
·         http://www.apple.com/
·         http://www.hp.com/
·         http://www.blackberry.com/
·         http://www.tokocamzone.com/


*Model Bisnis B2B
 





1. Model Bisnis B2B
Yaitu penjualan produk / jasa antar company atau antar badan bisnis.
Karakteristik B2B
Karakteristik transaksi B2B pada umumnya :
•     Penjualan barang / jasa dalam jumlah yang banyak atau borongan.
•     Biasanya dengan harga yang khusus / lebih murah, karena pembelian dilakukan dengan jumlah banyak guna dijual kembali.
•     Koneksi on-line antara vendor dengan pembeli.


Keuntungan B2B
Pencapaian kesempatan berkompetisi secara nyata :
•     Produktivitas kerja yang besar dan postensial.
•     Penghematan waktu dalam melakukan transaksi.
•     Berkurangnya biaya yang harus dikeluarkan (Proses yang cepat, transparan, dan harga yang lebih murah)
Pengurangan biaya atau pengeluaran :
•     Cisco System ($ 3.5 billion dalam pengurangan biaya pada tahun 1998)
•     DELL Computer Corporation (over $ 1.7 million/day)

Tantangan B2B
•     Data cost OSS yang kuat berbasis accounting
•     Transformasi paralel dari semua orang atau budaya dalam hal proses dan teknologi
•     Pembaruan adalah hal yang sangat penting
•     Perundangan pemerintah
•     Proses perjanjian kerja sama
•     Harga dan pembayaran

Contoh website B2B (BUSINESS TO BUSINESS)
·         http://www.thestreet.com/
·         http://www.money.msn.com/
·         http://www.karakatausteel.com/
·         http://www.alibaba.com/

*MODEL BISINIS (C2C)

1. Tentang C2C
Model bisnis C2C adalah model perorangan yang menjual barang atau jasa kepada perorangan juga.
C2C adalah model e-commerce yang menjamur di Indonesia saat ini. Contoh dari C2C adalah iklan baris dan toko-toko buku online dadakan (dimiliki oleh individu yang umumnya memanfaatkan layanan blog gratis seperti blogspot). C2C terjadi seorang individu melakukan penjualan produk/jasa langsung kepada individu lainnya.
C2C memiliki beberapa karakteristik yang dimana antara lain :
1.      Pada lingkup konsumen ke konsumen bersifat khusus karena transaksi yang dilakukan hanya antar konsumen saja, seperti Lelang Barang.
2.      Internet dijadikan sebagai sarana tukar menukar informasi tentang produk, harga, kualitas dan pelayanannya.
3.      Konsumen juga membentuk komunitas pengguna atau penggemar suatu produk. Sehingga jika ada ketidak puasan suatu produk, maka akan segera tersebar luas melalui komunitas tersebut.

Dalam penerapan C2C ini dapat menggunakan E-Supply Chain Management. E-Supply Chain Management adalah suatu konsep manajemen dimana perusahaan berusaha memanfaatkan teknologi internet untuk mengintegrasikan seluruh mitra kerja perusahaan, terutama yang berhubungan dengan sistem pemasok bahan baku atau sumber daya yang dibutuhkan dalam proses produksi.
Dalam merancang E-Supply Chain Management terdapat beberapa segmen yang harus diperhatikan, segmen tersebut adalah:
1.      Customer and Service Management
2.      Manufacturing and Supply Chain Planning
3.      Supplier Relationship Management
4.      Logistic Resource Management
5.      Architecting the e-SCM Environment
Kelebihan menggunakan C2C adalah :
1.      Membantu seseorang/individu yang secara pribadi ingin menjual barang atau jasanya secara cepat ke masyarakat luas.
2.      Biaya untuk menaruh iklan pada situs lelang online biasanya relatif murah.
3.      Calon pembeli dapat membanding – bandingkan harga dan kualitas dari barang atau jasa yang ingin dibelinya, sehingga ia dapat menentukan pilihan yang paling tepat bagi dirinya agar mendapatkan manfaat yang maksimal.
Kekurangan menggunakan C2C adalah :
1.      Banyaknya saingan antara penjual barang atau jasanya karena biasanya untuk kategori barang atau jasa tertentu yang ingin dijual banyak sekali terdapat penjual untuk barang dan jasa yang sama.
2.      Pihak penjual maupun pembeli lebih harus berhati – hati dalam bertransaksi karena adanya kemungkinkan pihak penjual maupun pembeli terjerat undang – undang mengenai perdagangan dan IT.

Contoh website E-Commerce Consumer to Consumer antara lain :


*MODEL BISNIS C2B

C2B merupakan transaksi jual beli yang terjadi antara individu sebagai penjual dengan sebuah perusahaan sebagai pembelinya. Beberapa situs telah berinisiasi untuk mendukung bisnis yang berbasiskan komcumen ke pebisnis (Consumer – to business atau C2B).
            Dalam C2B konsumen memberitahukan kebutuhan atas suatu produk atau jasa tertentu dan pemasok bersaing untukmenyediakan produk atau jasa tersebut ke konsumen, Contohnya di priceline.com, dimana pelanggan menyebutkan produk dan harga yang diinginkan dan priceline mencoba menemukan pemasok yang memenuhi kebutuhan tersebut.

Karakteristik C2B adalah :
1.      E-Commerce antara individu dan perusahaan secara langsung.
2.      Dengan semakin banyaknya individu yang menawarkan produk dan jasa melalui internet maka pasar C2B semakin potensial.
3.      Perusahaan mendapatkan akses yang luas pada produk dan jasa ditawarkan oleh individu.
Keuntungan yang dimiliki menggunakan model ini adalah :
1.      Mendukung bisnis yang berbasiskan konsumen ke pembisnis
2.      Internet dapat digunakan sebagai sarana negosiasi

Contoh website C2B (Consumer to Business)
·         http://www.rakitan.com/
·         http://www.kaskus.com/
·         http://www.inabay.com/
·         http://www.zulida.com/